Senin, 24 Juni 2013

Sambutan Wakil Wisudawan/Wisudawati Universitas Tadulako pada Wisuda LXXI



Sambutan Wakil Wisudawan/Wisudawati Universitas Tadulako pada Wisuda LXXI 
Disampaikan oleh: Endang Prasetyawati Wahyuningsih, S.Si
di Gedung Auditorium Universitas Tadulako
pada Tanggal 25 Juni 2013

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

Yang terhormat:
Gubernur Sulawesi Tengah
Rektor Universitas Tadulako
Direktur Pasca Sarjana Universitas Tadulako
Anggota senat Universitas Tadulako
Para wakil rektor Universitas Tadulako
Para dekan dan wakil dekan di Universitas Tadulako
Para dosen dan pegawai administrasi Universitas Tadulako
Hadirin tamu undangan, orang tua/wali/pendamping wisudawan/wisudawati
Serta rekan-rekan wisudawan/wisudawati yang berbahagia

Alhamdulilahi Robbil ‘alamiin.
puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena atas kehendak-Nyalah kita semua dapat berkumpul bersama dalam ruangan ini, dengan suasana damai dan sangat berbahagia, untuk mengikuti acara wisuda lulusan ke 71 Universitas Tadulako, Program sarjana dan magister, tahun akademik 2012-2013.

Perkenalkan nama saya Endang Prasetyawati Wahyuningsih, dari fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, mewakili rekan-rekan wisudawan/wisudawati untuk memberi sambutan dan ucapan terima kasih pada acara ini. Sungguh suatu kehormatan bagi saya dapat berdiri di hadapan para hadirin yang mulia.
Hadirin yang kami hormati,
Diterima dan menjadi mahasiswa Universitas Tadulako adalah sebuah prestasi dan kesuksesan. Begitu pula dengan berhasilnya kita menyelesaikan studi dan menjadi sarjana; ini juga merupakan prestasi dan kesuksesan. Selamat kawan-kawan!. Mohon tepuk tangannya untuk pencapain ini!.

Rekan-rekan yang berbahagia,
Jika kita boleh berandai-andai, seumpama Universitas Tadulako adalah manusia, yang mampu merasa, mendengar dan berbicara seperti kita, kira-kira apa ya yang dirasakan Universitas Tadulako saat ini?. Saya yakin, hari ini, Universitas Tadulako akan sangat bangga, berterimakasih, dan bahkan menangis terharu meihat kita.
Keyakinan itu muncul karena selama masa kuliah, kita telah berusaha maksimal memberikan kontribusi kepada almamater tercinta ini. Kontribusi itu diberikan dengan jalan dan cara yang kita bisa dan mampu, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kontribusi penuh semangat itu kita lakukan setidaknya  dengan 3 landasan utama: yang pertama adalah rasa cinta dan bangga kepada almamater, sehingga kita ingin membuatnya layak dicintai dan dibanggakan, yang kedua adalah keinginan kuat untuk membuat almamater kita menjadi yang terbaik, dan yang ketiga adalah kesadaran bahwa pengalaman, ilmu, dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah, kelak akan sangat berperan dalam mewujudkan mimpi dan harapan kita.

Kita juga sadar, bahwa kita adalah pewaris nilai-nilai semangat perjuangan para pahlawan. Sehingga, kita meresapi betul sebuah ungkapan “daripada menyalahkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin di tengah kegelapan”. Apapun kondisinya, kerja konkret lebih baik daripada hanya mengeluh. Hal ini membawa sikap dan mental positif, progresif, serta kontributif dalam diri kita di segala kondisi yang kita hadapi. Kita selalu bersemangat dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik, dan berperan maksimal demi mewujudkan tri dharma perguruan tinggi.

Dengan semangat tri dharma perguruan tinggi, kita terus berjuang meskipun terkadang bertemankan keterbatasan serta sempitnya ruang apresiasi dan penghargaan kepada organisasi, dan mereka yang telah mengerahkan seluruh sumberdayanya demi kejayaan almamater.

Rekan-rekan yang berhagia,
Universitas Tadulako pasti bangga, karena kita tidak hanya bisa menerima ilmu, keterampilan, dan pengalaman hidup darinya, tapi kita juga dapat memberi sesuatu kepada almamater yang telah mengajarkan kepada kita tentang jati diri, persahabatan, kedewasaan, mimpi, cita dan cinta. Perjuangan demi membangun almamater juga tidak berhenti sampai di sini, karena kemajuan almamater tidak akan pernah lepas dari kontribusi para alumninya. Itulah cinta, karena cinta akan memberi energi tanpa batas.

Hadirin yang kami hormati,
Dengan penuh kesadaran, kita tidak akan pernah bisa meraih itu semua, dan sampai pada titik sekarang ini, tanpa bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami segenap wisudawan/wisudawati mengucapkan terimakasih sekaligus permohonan maaf sebesar-besarnya kepada:
1.        Rektor, wakil-wakil rektor, anggota senat, direktur pasca sarjana, dekan-dekan dan wakil-wakil dekan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada kami,
2.        Para Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi atas kerja kerasnya membangun dan mengembangkan iklim pembelajaran yang baik bagi kami,
3.        Segenap bapak dan ibu dosen serta seluruh staf akademik atas bimbingan, kesabaran dan dedikasinya dalam membimbing kami,
4.        Segenap civitas akademika di lingkungan Universitas Tadulako, atas kontribusinya dalam membantu kami meraih apa yang kami impikan,
5.        Para orang tua,  atas dukungan yang tidak pernah berhenti kepada kami.
Tanpa bantuan, dorongan, dan bimbingan bapak-ibu sekalian, kami tidak akan berarti apa-apa dan menjadi siapa-siapa.

Rekan-rekan yang berhagia,
Semoga kita juga bisa mewarisi semangat perjuangan para pendiri bangsa kita. Soekarno, Mohammad Hatta, dan pendiri bangsa kita lainnnya, bisa saja memilih menggunakan gelar akademiknya untuk mengejar kehidupan yang lebih sejahtera dan nyaman. Namun mereka lebih memilih menggunakan ilmu dan kecakapan, yang mereka peroleh dari perguruan tinggi, demi memperjuangkan kemerdekaan dan kehormatan bangsa. Semoga kita juga demikian, gelar sarjana ini semoga tidak membuat kita melenakan tugas kita sebagai pengisi kemerdekaan, dan membantu negara mewujudkan janji kemerdekaan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia

Hadirin yang kami hormati,
Saya tutup sambutan saya dengan sebuah pantun: Bulu yang lentik diujung mata, wajah jelita banyak yang melirik. Bukan terbaik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuatnya terbaik. Maknanya adalah jangan pernah tunggu Universitas tadulako menjadi universitas terbaik lebih dulu, baru kita mencintainya, tapi cintailah Universitas tadulako lebih dulu, maka kita akan melihat Universitas Tadulako sebagai universitas terbaik di Indonesia bahkan dunia.
Bagaimanapun juga, jangan pernah lupakan almamater kita.
Terimakasih, dan sukses untuk kita semua!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Bisnis Online